BANDUNG (RN).-Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, S.Pd., mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bandung yang menyiapkan 220 titik pengelolaan sampah dengan target mengurangi timbulan sampah hingga 125 ton per hari.
Hal tersebut disampaikan Nunung saat menjadi narasumber dalam siaran langsung Radio Sonata dan PRFM bersama Kepala Seksi Pengurangan Sampah sekaligus Ketua Tim Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Syahriani, S.T., di Studio Radio Sonata, Selasa (30/6/2026). Diskusi mengangkat tema "Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengelolaan Sampah, Target Kurangi 125 Ton Sampah per Hari".
Menurut Nunung, penambahan fasilitas pengelolaan sampah merupakan langkah strategis yang perlu mendapat dukungan. Namun, keberhasilan program tersebut juga sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Ia menilai persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang harus ditangani melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis kewilayahan perlu terus dilakukan agar penanganan sampah menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Nunung juga mendorong optimalisasi berbagai sarana pengelolaan sampah, seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), rumah maggot, bank sampah, serta pemanfaatan teknologi pengolahan sampah lainnya guna mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.
Selain penyediaan infrastruktur, ia menekankan pentingnya tata kelola yang terintegrasi dengan melibatkan aparat kewilayahan, komunitas lingkungan, pelaku usaha, hingga lembaga pendidikan. Edukasi kepada masyarakat mengenai budaya memilah sampah juga dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
"Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Dengan keterlibatan semua pihak, target pengurangan sampah akan lebih mudah tercapai dan Kota Bandung dapat menjadi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman," ujar Nunung.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program agar seluruh titik pengelolaan sampah dapat beroperasi secara optimal, didukung sumber daya manusia yang memadai, serta memperoleh pendampingan teknis secara berkelanjutan.
Sebagai mitra kerja pemerintah daerah di bidang lingkungan hidup, Komisi III DPRD Kota Bandung akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran untuk memastikan program pengelolaan sampah berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"DPRD Kota Bandung berkomitmen mendukung kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat harus terus diperkuat agar sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat terwujud," katanya. ***